[Bunda Cekatan - Kelas Kupu-kupu #6] My MasterMind

Bismillah. 
Masuk pekan keenam, tugas kami di pekan ini adalah membuat master mind. Ada 3 komponen utama yaitu tentang sudah sukses apa hari ini, apa kunci utama bisa sukses dan mau sukses apa esok hari.

Saya mengecek kembali action plan dan meniatkan diri untuk komitmen dan konsisten menjalankannya. Prioritas pertama adalah melakukan tilawah 1 juz di waktu subuh. Tujuannya adalah untuk menjadikan pondasi hari lebih kuat, memulai hari dengan memprioritaskan hubungan dengan Allah, supaya emosi dan waktu yang berjalan di hari itu lebih baik. Bahasa simple saya adalah, saya ingin diatur saja sama Allah di setiap harinya. Makanya saya harus berusaha memprioritaskan 'agenda' denganNya. 

Di bullet journal saya bulan Juli saya tambahkan bagian ceklis pagi untuk mengawal kebiasaan baik ini. Bismillah semoga istiqomah.

Alhamdulillah dalam beberapa hari ini bisa konsisten tilawah 1 juz di waktu subuh, memang harus memaksakan diri tapi alhamdulillah rasanya memang hari-hari yg dijalani jauh lebih baik walaupun kondisinya eksternal tak selalu baik.

Quran Journaling juga bisa terlaksana baik, pekan ini bisa menemukan pola yang nyaman untuk membuat QJ yang simple tapi mindfull. Waktu mengerjakan terbaik di waktu subuh dan bada isya. Alokasi waktu sekitar 30 menit. Ada target terbaru, insyaallah mau menantang diri membuat jurnal 2-3 kali dalam 1 pekan, temanya masih tema Managemen Emosi. Rencananya biar tidak terlalu lama, mengerjakan QJ dibagi 2 tahap, Malam hari saatnya googling/ membaca Buku/ menyimak kajian Quran, lalu besok harinya Baru dibuat tulisan dalam bentuk jurnal. Semoga saja dengan cara itu lebih bisa konsisten membuat QJ tanpa merasa terlalu lama mengerjakan. 

Kalau belajar handlettering jadinya tidak ada alokasi waktu khusus, belajarnya sambil membuat jurnal. Jadi sebelum membuat jurnal, orat oret dulu di kertas lain supaya lebih pede. Sepertinya Cara ini cukup nyaman dikerjakan, dalam 1 waktu 2 target terpenuhi.

Alhamdulillah... Pekan membuat mastermind ini membuat saya merasa lebih nyaman, saran mentorku Mba Una, buat pekerjaan ini menjadi mindfull. Tak mengapa memang simple yang dibuat, yang penting diri kita sendiri bisa merasakan kenyamanan. Bismillah. Semoga bisa terus konsisten dan melanjutkan kebiasaan baik ini di pekan-pekan di luar Buncek.

Saya tidak menemukan orang yang pas untuk dimintai testimoni tentang perkembangan project ini. Akhirnya tanpa sengaja saya menemukan self assessment melalui Buku Femininitas yang (tumben) saya baru buka-buka lagi.

Ada kalimat menarik seperti ini : 

Indikator utama jika Bunda telah berhasil mengelola Emosi adalah hadirnya perasaan yang sejuk, tenang, dan tentram meskipun kehidupan kita sedang didera berbagai problematika.

Jleb banget rasanya. Hari ini memang saya lagi kondisi galau, biasanya kalau sudah begini saya akan cemberut sama suami/ anak. Tapi alhamdulillah saya coba untuk lebih rileks menghadapi masalah, ditambah seharian ini saya juga merasa sakit kepala. Seharian ini Fisik dan pikiran memang sedang 'bermasalah'. Tapi ajaibnya, alhamdulillah sore hari sakit kepala saya hilang sendiri dan Allah kasih jalan keluar buat semua masalah di hari ini yang sempat bikin saya galau. Alhamdulillah. 

Saya coba merubah mindset, Allah sedang menguji kamu, bersabarlah, setelah ini ada hadiah dariNya. Dan alhamdulillah benar saja, hadiah dari Allah selalu baik. Malam ini saya merenungi kalau pikiran positif kita terhadap takdir Allah, itulah yang Allah berikan kepada kita. Pikiran positif terlahir dari Emosi positif yang kita coba bangun dalam diri.

Alhamdulillah... Semoga terus konsisten ya diriku. Tak ada yang mengecewakan memang kalau kita (mencoba) memprioritaskan 'hubungan' kita dengan Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sekolah impres di kaki bukit Sadahurip

Harimau sakit Gigi || Dongeng

Aliran Rasa Kelas Ulat