Postingan

Me Time

Belasan tahun lalu, me time terbaik adalah menulis di buku diary sambil telinga menempel headset mendengarkan siaran radio, menunggu lagu-lagu distel oleh penyiarnya. Bahkan pernah mengalami juga meng-sms langsung ke nomer radionya dan request lagu yang ingin didengarkan.  Time flies, kini ternyata masih senyaman itu menulis dan mendengarkan lagu. Bedanya kini modal kuota internet. Bisa puas mendengarkan lagu dari spotify. Bedanya dulu sendiri di kamar, kini ada suara dengkuran kecil dari anak-anak. Kadang dengkuran besar kalau ayahnya juga sudah bergabung di kamar.  Setua inikah usiaku. Ah tidak, bukan tua, haha. Alhamdulillah Allah memberikan aku usia sejauh ini. Nyatanya, berkutat dengan tanggung jawab yang lebih banyak ketimbang belasan tahun lalu, menyendiri seperti ini masih membuatku nyaman. Deeptalk dan mulai berpikir. Akan seperti apa ya masa depan. Salah satu hal yang akan terus ku perjuangkan adalah tentang pencapaian diri. Bahwasanya, pernikahan bukanlah garis akhi...

Belajar Mental Health Jalur Drakor "Daily Dose of Sunshine"

Beberapa hari yang lalu menamatkan drakor terbaru judulnya Daily Dose of Sunshine. Awalnya tidak terlalu tertarik menonton, tapi karna aktrisnya ada Park Bo Young, jadi mencoba menonton. Alasan suka PBY karna tanggal lahir kita sama banget, tanggal bulan bahkan tahun juga. Jadi merasa seperti punya kembaran gak sih, wkwkwk. Ngarepnya jauh banget sih. Intinya ya mulai nonton karena ada PBY, udah sih itu aja alasannya. Bahkan gak ngeh man lead nya itu yang mana. Pokoknya mulai nonton aja. Drakor ini bercerita tentang kehidupan perawat di poli kejiwaan (kalau di Indonesia sejenis RSJ kali ya). Ada banyak dialog yang quoteable banget dan sangat related dengan kehidupan sehari-hari. Saking banyaknya sepertinya mau bahas 3 poin yang jleb banget buat saya sendiri. Terutama scene yang tentang ibu kena psedodementia, ini related bangetttt. Oke mari mulai cerita. 1. Kasus bipolar Bercerita tentang wanita usia 40an tahun yang terkena bipolar, padahal dari segiapapun dia itu sudah perfect. Cantik,...

ROOM 19

CINTA Membicarakan urusan cinta di usia middle 30, sudah menikah dan memiliki anak. Apakah masih relevan? Payahnya, gelora menulisku menjadi kalau berurusan dengan cinta. Oke sedikit deep talk dengan diri sendiri tentang ini. Kita anggap saja, masih sangat relevan kok membahas ini, di usia dan kondisi seperti ini. Setiap orang memiliki "room 19" masing-masing. Dan sejujurnya masih ada beberapa hal yang sengaja ku simpan di ruangan itu. Seharusnya memang kubuang, nyatanya, sampai saat ini hanya ku biarkan ia masih didalam. Dengan masih ada pertanyaan tersisa. Mengapa sesulit itu untuk membuangnya. Itu bukan kali pertama.  Dua belas tahun berselang, dimana aku masih mengingat tanggal dan semua kejadian di hari itu. Pertanyaan yang masih tersisa adalah kenapa saat itu, rasanya seberat itu ? Bahkan hingga saat ini, jika aku membuka kotak di ruangan itu, rasanya masih sama semenyakitkan yang kurasa saat itu. Ah apa benar, dalam hidup kita hanya diberikan satu kali kesempatan jatuh...

b.e.l.a.j.a.r

 Katanya  Guru yang berhak mengajar adalah guru yang terus belajar Nyatanya memang setiap hari saat bekerja maupun saat membersamai anak, or other activity. Kita tidak terlepas dari yang namanya belajar. Every day, selalu belajar. Entah itu tentang belajar sabar atau belajar memaklumi. Atau konteks belajar yang umumnya, belajar materi baru. Semenjak mutasi mengajar ke SD, memang tantangan mengajar jadi lebih besar. Apalagi tahun ini merangkap jadi tim kegiatan di sekolah. I mean, rasanya lebih menantang. Apalagi diamanahi juga jadi walas di kelas yang uhwow masyaallah.  Cita-cita saya sebenarnya not only jadi guru, maksudnya someday saya harus punya karir yang lebih dari sekedar mengajar di sekolah. Tidak keluar dari dunia pendidikan, meskipun entah itu apa. Oh iya saya belum 'pamer' kalau sebenernya saya pernah nyumbang tulisan yang sudah dicetak jadi buku juga (Hahaha, dont too serious ya, eh tapi serius kok ada bukunya). Mimpi menjadi penulis adalah salah satu cita-cit...

Welcome back

Welcome back me to my blog.  Diary onlineku sih ya bisa dibilang. Sudah 2.5 tahun lebih tidak meninggalkan jejak disini. Padahal healing terbaik adalah menulis. Dan waktu terbaik untuk menyendiri adalah dengan menulis. Oke fine, mumpung Shabirah (my daughter, yes now i have a daughter, her name's Shabirah, or we called her BIRA) lagi tidur pulas. Thank you Bira. Mau nulis hal random apa ya? kayakya takdir hidupku memang always selalu random sih, hehehe. Become random maybe is my way. Meskipun sekarang aku mengajar di sekolah islami dimana my students call me " ustadzah" (oh wow banget gak sih buat ayyy dipanggil severti ituuuh). Tapi jiwa random and gaje kayaknya gak bisa lepas dari my imej. I mean, i feel better dan free when i'm thinking randomly like this. Hahaha Oke, cuma mau say thanks, alhamdulillah. Terimakasih diriku yang sudah mau berjuang sampai di usia 33 tahun ini. Oke, ngerasa too old gak ya udah masuk di usia 30an lebih begini. Makasih sudah berjuang dan...

Mini Project

Gambar
Bismillah.  Mini project! Bagian yang paling seru di Babak Main 3.  Oke, awalnya saya mau bikin mini project tentang Handlettering Challange gt, cuma saya berpikir mungkin segmen ibu2 yang suka handlettering tidak terlalu banyak *mungkin, prediksi saya saja.  Nah lalu munculah ide, di grup wag regional ramaaai sekali membicarakan tentang mini project, ada yang mau bikin kulwap, pelatihan, challenge dll. Naaah, saya terpikir untuk membuat mini project tentang TANTANGAN IBU.  Apa ini?  Berangkat dari saya pribadi yang lebih semangat mengerjakan sesuatu kalau itu ada challange. Bukan ingin terlihat lebih baik atau bagaimana. Tapi melalui challange itu saya merasa tidak sendirian melakukannya. Di saat bersamaan ada teman-teman lain yang juga sedang melakukan hal yang sama. Rasanya seru. Saya tidak sendirian. Nah akhirnya terpikirlah ide ini.  TANTANGAN IBU yang memakai platform Instagram untuk lebih mudah mengeceknya karena bisa menggunakan hastag. ...

Aliran Rasa Babak Main 3

Bismillah. Wah akhirnya sampai di Babak Main 3. Di Babak ini kami tidak diberi lembar main seperti babak sebelumnya, tapi kami menyimak live Gobak Sodor dan Sarasehan.  Di live Gobak Sodor, saya belajar dari kisah yunda tentang ibunya yang mengadakan pagelaran tari padahal tidak ada basic menari. Beliau berkolaborasi dengan guru-guru yg berkompeten untuk mengajarkan pagelaran tari. Disini saya belajar tentang pentingnya kolaborasi dengan orang lain. Manusia makhluk sosial, tidak mungkin semuanya bisa dikerjakan sendiri. Tetap membutuhkan orang lain untuk diajak bekerja sama.  Pelajaran lain yang saya dapat, ketika kita memiliki ide tapi kita tidak menguasai sepenuhnya bidang tersebut, itu bukanlah masalah. Kita bisa mencari orang yang mau bekerja sama dan melengkapi bagian yang tidak kita bisa.  Selanjutnya, kami diberi file tentang COC. Ini mengingatkan saya ketika di Institut juga sama membahas tentang COC. Ini adalah pedoman kami dalam berkomunitas, etika yang wajib di...