Me Time
Belasan tahun lalu, me time terbaik adalah menulis di buku diary sambil telinga menempel headset mendengarkan siaran radio, menunggu lagu-lagu distel oleh penyiarnya. Bahkan pernah mengalami juga meng-sms langsung ke nomer radionya dan request lagu yang ingin didengarkan. Time flies, kini ternyata masih senyaman itu menulis dan mendengarkan lagu. Bedanya kini modal kuota internet. Bisa puas mendengarkan lagu dari spotify. Bedanya dulu sendiri di kamar, kini ada suara dengkuran kecil dari anak-anak. Kadang dengkuran besar kalau ayahnya juga sudah bergabung di kamar. Setua inikah usiaku. Ah tidak, bukan tua, haha. Alhamdulillah Allah memberikan aku usia sejauh ini. Nyatanya, berkutat dengan tanggung jawab yang lebih banyak ketimbang belasan tahun lalu, menyendiri seperti ini masih membuatku nyaman. Deeptalk dan mulai berpikir. Akan seperti apa ya masa depan. Salah satu hal yang akan terus ku perjuangkan adalah tentang pencapaian diri. Bahwasanya, pernikahan bukanlah garis akhi...