[Bunda Cekatan - Kelas Ulat Ulat #5] Memaknai Arti Setiap Pertemuan

Bismillah
Main pekan ini lebih seru, alhamdulillah berbekal tema bakat WOO di urutan ke-9 di hasil TM saya, setidaknya membuat permainan pekan ini menyenangkan untuk dilakukan. Ngapain sih? Kenalan dengan orang baru.

Misinya adalah mencari tahu kelas favorit teman-teman baru itu. Minimal ngobrol dengan 5 orang baru. Tapi setelah melakukan perjalanan ini, saya merasa permainan ini bukan hanya berbicara tentang apa kelas favoritnya. Tapi lebih dari itu, memaknai arti setiap pertemuan. 

Iya, meskipun kenalannya secara random, beda regional dan beda keluarga (sebaiknya), tapi ternyata selalu ada hikmah. Ada sesuatu yang membuat saya bergumam "Kok pas banget ya ketemu dia, dia sharing sesuatu yang aku butuhkan". Nah kok bisa ya. 

Iyalah bisa ya. Karena Allah enggak pernah salah membuat takdir pertemuan, saya memang harus ngobrol sama si A, karena saya bisa belajar tentang ini itu (nanti cerita lengkapnya selanjutnya).

Okee, saya memulai berkenalan di hari Jumat saja, saya kenalan secara random lewat FB messenger dan Telegram. Di satu hari itu saya kirim pesan ke 38 orang, tapi yang merespon hanya 27 orang, dari 27 orang ini yang ngobrol berlanjut dan data yang saya pakai menjadi diagram adalah 21 orang. Siapa saja mereka? Ini dia teman campingku

              totalnya ada 22 dengan saya

Uniknya meskipun secara random saya kenalannya, ternyata saya bertemu sama 4 teman seregional Bandung, hehe.. Jodoh pertemuan, ya tak mengapa. 

Dari 21 orang, ternyata 6 orang teman saya memilih managemen waktu sebagai kelas favoritnya. Sama seperti saya, bahkan ada beberapa dari mereka yang memiliki kesamaan di kelas Bullet Journal juga.

Alasan teman-teman saya memilih managemen waktu karena memang kalau kita bisa mengatur waktu dengan baik, maka pekerjaan akan berjalan dengan baik. Selain itu, di kelas Uluwatu juga membahas tentang Managemen waktu dalam Islam, waktu untuk peran ibu bekerja dan di ranah domestik, metode dalam mengatur waktu. Jadi bergabung disini dapat ilmu yang saling melengkapi. 

Posisi kedua terfavorit ditempati oleh kelas managemen emosi. Wah ini juga sama persis seperti kelas yang saya ikuti. Alasan teman-teman saya memilih kelas ini cukup beragam. Ada yang memilih karena ingin self-healing, karena merasa ada kekecewaan dengan pasangannya dan terlalu memiliki high standard yang malah membuat diri sendiri terluka. 

Ada juga yang bercerita karena memiliki masalah dengan innerchild nya, sehingga tanpa sadar menggangu proses pengasuhan anak di rumah. 

Ada juga kawan yang bercerita bergabung di managemen emosi karena memiliki mood swing yang cukup mengganggu sehingga juga sama berpengaruh terhadap pengasuhan anak-anaknya. Intinya kesan yang didapatkan teman-teman saya di kelas ini adalah karena bertemu dengan orang-orang yang sama- sama ingin bertumbuh, makanya saling memberikan pengaruh yang positif. Yes I feel you. Aku juga begitu di kelas ini, serasa tak berjalan sendiri. Tak merasa sendiri.

Kelas selanjutnya adalah cooking, ini kelas juga masuk mindmap saya. Inilah yang saya namakan hikmah pertemuan. Allah tuh seperti sengaja mempertemukan saya dengan orang-orang yang suka cooking ini. Banyak dapat insight baru (karena saya belum jalan-jalan ke kelas cooking soalnya). Salah satunya yang di share oleh Mba Ratih dari Jepara. Masyaallah inspiring kalau buat saya. 

Jadi beliau cerita nih bahwa orang suka masak ada 3 level strong why : 

1. Level dasar
Orang yang tidak bisa masak, cuman bisa masak oseng tapi ketemu alasan masak, yaitu masak untuk menunjang goal yang lain, misal kewajiban masak tapi tetep bahagia.

2. Level intermediate
Orang yang suka masak dan hobi masak dengan strong why keluarganya sendiri, yaitu masakan sehat, anak suami lahap, belanja hemat, dll

3. Level advance
Orang yang memang sudah ahli masak dan ada laba margin dan laba benefit. Misal buka open order masakan, camilan, catering, dll

Nah mba Ratih cerita kalau dia sebulan ini tiap hari diusahakan masak pagi dan selalu ada yang dilebihkan untuk zakat nasi bungkus atau sedekah nasi bungkus. Aslinya goal utama di management waktu, 1-1,5 jam setelah subuh, jam 6 harus selesai urusan perdapuran, masak ini dia ikat gerakan monetisasi rizki (menyiapkan wadah rizki dengan mengeluarkan zakat tiap hari) bentuknya nasi bungkus.

Buat saya ini inspiring banget. Hal sederhana yang bisa dilakukan tapi berimbas sesuatu yang besar. Besar disini bukan tentang materi. Tapi tentang amalan sederhana, simple dan bisa rutin dilakukan.

Masak, siapa sih ibu yang enggak masak. Pasti mayoritas setiap hari masak. Cuma kepikiran buat setiap hari sedekah makanan yang dibuat, mungkin masih jarang ya (saya aja mungkin yang kudet. Mikirnya kalau sedekah nasi harus dalam jumlah banyak). 

Padahal bisa saja masak harian dilebihkan sedikit, sehari bisa bikin 3 bungkus saja sudah bisa dibagikan ke orang yang membutuhkan. Bener deh inspiring buat Ibu macam saya yang enggak suka masak. Ini bisa jadi strong why, kenapa saya harus masak. Karena dari masakan kita bisa berbagi juga dengan yang lain. Tak perlu menunggu bisa berbagi banyak. Bagilah apa yang kita miliki. Itu poinnya. 

Nah, itu peringkat 3 besar hasil ngobrol dengan teman-teman baru saya. Sisanya menyebar kelas favoritnya tentang webs, teknologi, komunikasi, talents mapping, portfolio anak dll. Intinya, teman-teman saya sangat menikmati kelas-kelasnya. 

Sebagai kesimpulan, ternyata dari hasil mengobrol random ini, saya belajar tentang Makna Pertemuan. Tiga besar hasil survey saya ini benar-benar 3 ilmu yang memang saya prioritaskan. Allah takdirkan bertemu dengan mereka. Apa hikmahnya? Hikmah buat saya adalah Allah tuh sangat baik mendekatkan saya dengan sesuatu yang memang saya butuhkan. 

'Teori' bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang semata kita inginkan, memang tergambar jelas buat saya lewat perjalanan singkat ini. Aah, lantas mengapa harus terus mengeluh tentang sesuatu yang belum Allah wujudkan? Berarti menurut Allah... Itu belum kamu butuhkan. Begitu. 

Okeee.. Makasih teman-teman campingku, you're very inspiring. Love.

Alhamdulillah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sekolah impres di kaki bukit Sadahurip

Harimau sakit Gigi || Dongeng

Aliran Rasa Kelas Ulat