[Bunda Cekatan - Kelas Ulat Ulat #4] Belajar Innerchild dan Toxic People di IOF


Bismillah
Main keempat, Bu Septi mempersilahkan kami para Ulat untuk makan apel dari keluarga lain. Nah, karena dari awal saya memilih dua keluarga, jadi pekan ini saya lebih menikmati hidangan dari keluarga Managemen Emosi. Keluargaku ini bernama Inside Out Family, yang diadopsi dari judul film. 

Oh jangan tanya saya tau apa enggak.. Ya enggaklah.. Hhee, saya bukan penikmat film. Cuma akhirnya googling saja ulasan filmnya tentang apa. Oooh ternyata tentang Emosi manusia. Seru kayaknya. Oke selanjutnya saya panggil saja keluarga Managemen Emosi dengan nama IOF. 

Nah, di IOF ini awalnya jadwal diskusi materi di grup besar tidak sepadat di keluarga Uluwatu (Managemen Waktu). Kalau di Uluwatu materi sudah dibahas semua walau baru gambaran umum, tapi di IOF baru mulai semalem terfokus di grup besar membahas tentang materi "Innerchild dan Pengasuhan". Pematerinya Mba Shinta, seorang psikolog yang memang concern di bab innerchild.

Makan besar apa saja diriku?

1. Innerchild
Innerchild itu jiwa kanak-kanak yang masih melekat di diri kita, bisa jadi hal menyenangkan atau yang tidak menyenangkan. Innerchild ini berupa pengalaman masa lalu yang kuat dimana kita meniru tingkah laku, kata-kata, peristiwa masa lalu dan membentuk pikiran, keyakinan dan tingkah laku kita saat ini.

Contoh innerchild yang positif, misalkan kita ada di lapangan luas dengan anak-anak kita, coba apa yang dirasakan? Pasti kita merasa ikut senang berlari kesana kesini. Nah jiwa positif anak-anak ini yang melekat ke diri kita dan kalau ini tidak apa-apa karena kita memang butuh menjadi anak-anak saat menemani anak.

Kalau innerchild negatif ini, misalnya ketika kecil diasuh Ibu yang marahnya suka mencubit atau memukul. Kita tahu itu salah, tapi ternyata saat kita marah pada anak, ternyata cara-cara demikian terulang lagi. Nah innerchild negatif ini yang perlu kita selesaikan, masalahnya terkadang ada yang tidak sadar kalau dirinya punya innerchild negatif. 

Berdasarkan pengalaman orang yang melakukan terapi innerchild ini, butuh waktu yang cukup lama. Karena seperti membuka layer per layer memori buruk di masa kecil. Tapi ketika sudah hilang, rasanya plong sekali. 

Beberapa rekomendasi pakar innerchild diantaranya, Pak Asep Haerul Gani, DEPTH dengan Ibu Yuli Suliswidiawati dan therapis lainnya.

Buku2 referensi yang bisa  memperdalam dan membahas teknik self healing ini bisa di baca di buku Forgiveness Therapy dari Pak Asep, Menggapai Hidup Bahagia dengan Depth, Membasuh Luka Pengasuhan dari teh Febrianti Almeera dan kang Ulum Saif, buku Teh Irma Rahayu, buku Cikgu Okina F,dll

2. Toxic People
Apa sih Toxic People? Ini ada 6 kriterianya. 


Nah bagaimana menghadapi Toxic People yang selalu menguras energi kalau berinteraksi sama mereka? 

*1. Pahami bahwa mereka memiliki luka batin yang belum sembuh jadi sikap dan respon yang ditampilkan ke selalu negatif. Kalau kita sanggup menghadapi dengan tenang, maka bisa dilanjutkan. Jika tidak sanggup, maka beri jarak.

*2. Mereka akan menghabiskan energi positif kita karena kosongnya tangki cinta dalam dirinya. Jika kita punya tangki cinta yang banyak, maka bisa kita sayangi, kita beri perhatian tulus, tangkap emosi apa yang mereka sering tampilkan lalu beri apa yang mereka butuhkan dan doakan yang tulus. Kalau tangki cinta kita kurang, lebih baik beri jarak.

*3. Jangan memasukkan dalam hati dan pikiran apa yang mereka ucapkan tentang kita, karena mereka sebenarnya sedang mengalirkan emosinya saja. Jadi jangan terpengaruh dan stay calm.


3. Menghindari menurunkan innerchild negatif ke anak, bagaimana?

                Sumber : PPT Mba Shinta

Intinya adalah penuhi memori anak dengan kenangan manis memiliki orangtua yang baik, perhatian yang tulus, emosi yang terjaga.
Next akan dibahas tentang bagaimana menjaga emosi agak selalu terjaga. 

Jurnal innerchild sampai sini dulu, next tentang Self-healing. Insyaallah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

sekolah impres di kaki bukit Sadahurip

Harimau sakit Gigi || Dongeng

Aliran Rasa Kelas Ulat