[ Bunda Cekatan - Kelas Telur Telur #1] Find Your Happiness
" Kamu itu SPESIAL, selama ini menjadi biasa saja karena melakukan sesuatu hanya SEKEDAR melakukan kegiatan secara rutin."
Pertama Kali baca ini langsung DEGH! Dibaca berulang-ulang biar vibes~nya masuk kesini, AHA! Moodbooster sekali kalimatnya. Nyatanya memang karena terjebak dalam rutinitas harian, seringkali merasa semua sudah biasa saja. Akhirnya rasa bahagia saat mengerjakannya juga terkikis bersama rasa jenuh yang melanda. Lhaaaaaa.. Apa sih
Nasehat yang bisa saya tangkap waktu Live bareng Bu Septi adalah Cari Ranah Bahagia, gimana bisa merasakannya? Cek aktifitas apa yang membuat mata kita berbinar saat melakukan nya, aktifitas apa yang membuat kita merasa Mata redup atau bahkan Mata tunduh (?) *eh
-Tunduh mah jelas yaa.. Aktifitas tidooor-
Lalu setelah merenung beberapa jam ke belakang ini, terkumpullah aktifitas-aktifitas yang bisa disimpan rapih rapih di setiap kuadran. Ini dia kuadran kekuatanku.
Fokeus di tulisan warna pink , Karena memang kata Bu Septi fokuslah di aktifitas yang membuat Mata berbinar, alias kegiatan yang kita BISA dan SUKA. Ini adalah modal awal kita untuk cekatan ke depannya.
Biar eye catching, aktifitas berbinar ini dipindahkan ke dalam Telur Telur Hijau.
Semoga telurnya nanti bisa ikut metamorphosis ya, jangan busuk sebelum jadi kupu-kupu *hope
Mari cuhatin satu-satu :
1. Mengajar anak usia dini
Ini memang aktifitas harian saya Senin-Jumat di sekolah. Alhamdulillah Allah beri tugas di ranah publik dengan segala kemudahan dan kebaikan lingkungannya. Fleksibilitas bolehnya bawa anak ke sekolah juga jadi pertimbangan. Saya sampai punya quote begini " Pekerjaan yang menyenangkan adalah ketika bekerja sambil mengasuh anak".
Jadi merasa dua tugas dikerjakan dalam satu waktu : efektif. Meskipun prak-na , enggak semudah yang dibayangkan juga. Tapi at least , hatiku plong dan aku senang.
Apa serunya mengajar anak usia dini?
Kalau buat saya banyak aktifitas yang malah jadi terapi diri. Misalnya : menyanyi, tertawa, membuat kreasi dengan anak. Naaaah.. Ini tuh aktifitas yang membuat saya senang sekaligus men-terapi diri.
Pernah beberapa kali saya berangkat ke sekolah dengan membawa sampah masalah Dari rumah. Di sekolah, mau tidak mau guru RA harus bahagia. Menyanyi, tertawa, teriak, menari.. Aaah.. Beban itu rasanya ikut keluar. Plong rasanya. Sampai rumah sampahnya tidak terlalu banyak seperti sebelumnya.
2. Menulis Opini
Yaaa menulis sejenis ini, curhatan sih bukan opini Kali yaaa... Hhee. Terlatih tidak sengaja semenjak SD nulis diary sampai usia kuliahan. Menulis tuh aktifitas terapi diri juga buat saya. Orang- orang menilai saya mungkin lebvay atau agak aneh, yaaa... Apalagi kalau sudah menyerempet tulisan galau. Diih.lebvay.
Apalagi saat jaman kuliah, jaman masih suka curhat di note FB, yassalam.. Sudah berapa orang yang berkomentar "Lebvay!". Karena nyatanya suka enggak sinkron begitu sama di dunia nyata. Guwe kan jahim ya aselinya.
Padahal menulis kegalauan itu ya buang sampah hati yang lalu dipunguti lagi hikmahnya.
Menulis itu kalau saya ibaratkan kaya narik benang kusut, dilurusin dikit-dikit. Syukur-syukur enggak kusut semua, tapi kalau enggak pun setidaknya masih ada bagian benang yang bisa dipakai daripada dibuang. *See.. Se~ngelantur itu aku nulis.. Hhaaaa. Lanjut ah poin 3.
3. Posting Jualan Dan CLOSING
Nah... Kalau ini Posting Jualannya yang BISA, yang CLOSINGnya saya SUKA. Apalagi kalau langsung ada kirim bukti transfer, hhhe. Anehnya saya tuh enggak suka dan enggak bisa jualan langsung, misal nawarin langsung gini " Eh aku jualan Buku ini lho, mau pesen". Noo big no. Sukanya posting doang. Ada yang mau alhamdulillah.. Enggak ya gpp
Jadi kaya mancing santai doang.
Kalau ikutan grup motivasi jualan, keknya saya banyak dibully sama mentor Kali ya, niat jualan enggak sih. Harusnya gigih. Tapi ya style saya mah gitu.
Suamipun udah enggak heran kalau saya angin-anginan jualannya. Tapi kedepannya ini mau saya prioritaskan buat belajar. Gimana jualan sukses tapi enggak keliatan jualan. Laa...gimana siiiii
4. Dialog Iman sama Anak
Nah.. Kalau ini bikin saya berbinar Dan lega banget kalau habis kejadian.
Misal Rayyan bilang " Mah, mas kalau mau mainan mintanya sama Allah? Biar nanti Allah kasih mamah rezeki buat belinya? "
Atau saat Rayyan berdoa lagi sakit " Ya Allah sembuhkan kakiku, panas badanku".
Atau DOA dia pengen punya adik " Ya Allah, aku mau adik. Aamiin."
Nah dialog Iman ini sebenernya enggak sering saya lakukan, kalau pas IMAN saya lagi membara aja, kalau lagi galau mah ya nguring-nguring aja kaya biasa *duh. PR nih !
Tapi sejujurnya memang 'kurikulum ini' yang saya mau coba terapkan buat anak saya. Ini lagi-lagi terapi sih, buat saya Pribadi lebih bikin tergantung sama Allah. Ya kalau bukan minta sama Allah.. Sama siapa lagi siiiiii
5. ' Sentuhan dengan Suami'
Ini tuh bikin berbinar banget ya, asalkan hubungan kami lagi biasa- hangat - panas. Eeh... Konotasinya bukan 'panas' yang panas gimana. Ya hubungannya lagi enak aja.
Soalnya kalau lagi beku kaya di freezer , sejujurnya yang paling tersiksa saya. Enggak bisa nglendot-nglendot manjah gimana.
Sentuhan disini bukan melulu sentuhan mau klimaksnya *eh. Tapi cubit pipi, nyolokin hidung suami, jambakin rambut, mainin kuping, bibir, narikin Buku kaki dll. Suka sebel sih beliau, tapi apa mau dikata. Hhheee...
Entah kenapa suka aja, paling suka momen tidur tapi bantalnya pakai ketek suami, lalu bisa mainin yang lain. Meskipun endingnya tidur ya tidur bukan jadi yang lain, tapi seperti jadi SOP kami berdua. Tidur diawali seperti itu.
Banyak sih, semua aktifitas kontak fisik dengan suami, hampir semuanya saya suka Dan saya minta atau malah maksa..hhee. Mungkin bahasa cinta saya ya memang sentuhan, saya lebih suka disentuh, dipeluk ketimbang dipuji verbal.
Suami : " Neng kamu cantik ya !"
Saya : " Preeeeeeeeettttt "
Daripada memuji mending langsung peluk dan yang lain yang lebih saya suka. Dijamin diem. Menikmati. Lhaaaaaa... Udah aah. Suamiku lagi enggak pulang 2 hari ini. Hheeee
Alhamdulillah yaaa...
Ini jurnal pertamaku. Curhatan ngelantur ngalor ngidulku. Semoga selalu bahagia ya : saya , buat Bunda Bunda yang mungkin saja ada yang baca. Hhee...
Jadilah ibu yang Bahagia, yang mendidik anak dengan bahagia
Jangan lupa BAHAGIA
#BundaCekatan
#BuncekBacth1
#InstitutIbuProfesional
#IPBandung
Komentar
Posting Komentar