[ Bahagia itu Fana]

Semingguan yang lalu, hatiku begitu sendu mendengar kabar kepergian salah seorang kawan sekolahku. Gerimis sepanjang hari, memikirkan bertapa cepatnya Allah menyudahi kebahagiaan. Iyaa.. Kumaknai, Allah menyudahi episode hidup kawanku dalam nuansa bahagia dibalut perjuangan sakitnya. 

Menikah selama hampir 10 tahun, yang kutahu mereka adalah pasangan asik dan sangat menyenangkan. Ditambah tiga anak mereka yang sangat menggemaskan. Apalagi sih yang harus dirisaukan selain menjalani hidup penuh bahagia itu? Itu pikirku.

Nyatanya, Allah punya Cara indah menyudahi kebahagiaan itu. Sesak. Itu yang turut kurasakan.

Iyaa.. Bahagia itu Fana. Sejenak bahagia, tak ada jaminan akan bahagia selamanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sekolah impres di kaki bukit Sadahurip

Harimau sakit Gigi || Dongeng

Aliran Rasa Kelas Ulat