Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak-Anak ? #5
Hari ini penampilan kelima dari grup diskusi tentang Fitrah Seksualitas anak. Tidak seperti biasanya, naaah.. Presentasi Hari ini dibuka dengan suatu studi kasus. Menarik.. Apa saja kasusnya???
KASUS #1
Seorang ibu datang ke rumah dia menangis, sedih, marah, menyesal...
Dia mengeluh akan cucunya yang sulit diatur...
Cucu ini terlahir dari anak perempuannya yang hamil sebelum menikah.
Yang akhirnya terpaksa dinikahkan namun tidak bertahan lama,setelah anaknya lahir 3 tahun akhirnyapun bercerai.
Sekarang menjadi beban orang tuanya.
Yang sangat penting dari kisah ini yaitu ketika anak perempuannya bertumbuh, ternyata dia tidak dekat dengan Ayahnya.
Dan yang terjadi saat itupun hubungan antara orang tua dan anakpun tidak ada kedekatan, baik kepada ayah atau ibunya.
*Penyebab* kasus ini adalah:
1. Tidak ada figur keteladanan dari ayah yang tangguh jawab dan ibu yang penuh kelembutan
2. Fitrah seksualitas tidak tersimulasi dengan baik sesuai tahapan
3. Tidak ada kedekatan dan kelekatan antara orang tua dan anak
*Akibatnya*:
1. Anak menularkan yang sama pola pengasuhan sebelumnya
2. Fitrah keibuan yang penyayang tidak tumbuh dengan baik
3. Mudah berganti pasangan
Kasus #2
Saat ini, banyak sekali pasangan muda yang belum lama menikah akhirnya bercerai. Ini disebabkan saat memasuki dunia pernikahan banyak hal yang mereka temui, bahkan mungkin hal-hal sepele, yang menjadi pemicu keretakan dalam rumah tangga, karena mereka tidak sempat mengenali pasangannya dari sudut pandang pengasuhan.
Mereka tidak menyadari bahwa di dalam diri pasangan atau diri mereka sendiri, terdapat jiwa-jiwa peter pan dan cinderella.
Sindrom Peter Pan ditujukan untuk orang dewasa yang secara sosial tidak menunjukkan kematangan, lazim diderita kaum lelaki yang secara psikologis, seksual, dan sosial menunjukkan perilaku yang keluar dari pengasuhan.
Seorang wanita yang mengalami Cinderalla compleks, sangat membutuhkan seorang suami yang bersifat seperti ayahnya, yang dewasa, mengayomi, dan selalu melindungi.
Penyebab anak memiliki jiwa Peter pan & Cinderella, adalah:
- Orang tua yang selalu melindungi
- Orang tua yang membiarkan anak bermanja-manja secara berlebihan
- Orang tua yang tidak membangun jiwa BMM (Berfikir-Memilih-Mengambil Keputusan)
Kasus #3
LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), merupakan istilah yang digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki.
*Kondisi Terkini LGBT*
Para pelaku LGBT mulai berani menampakkan diri dan berbaur dengan masyarakat.
Ada 22 negara dari 204 negara yang telah diakui secara de facto oleh PBB yang melegalkan pernikahan sesama jenis secara penuh di seluruh wilayah negaranya (Freedom to Marry Organization, 2014).
Negara pertama yang mengakui LGBT adalah Belanda diikuti negara lainnya di Eropa. Hingga kini 13 negara bagian Amerika Serikat juga mengakui LGBT. Sedangkan di Asia, Taiwan merupakan negara pertama yang mengakui LGBT.
Pihak pro LGBT digawangi oleh para pemikir Liberal. Sedangkan bagi umat Islam yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah kontra dalam hal ini.
Penyebab LGBT dapat berupa faktor genetik dan lingkungan
“Penelitian menunjukkan bahwa homoseksual terjadi karena faktor bawaan maksimal hanya 40 persen pengaruhnya. Dan 60 persen atau sebagian besar lainnya terjadi karena faktor lingkungan dan pendidikan yang sangat kuat.” (Kak Seto, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Kasus LGBT pada anak
“Kami beberapa kali menangani anak yang terkena dampak LGBT yang dasarnya adalah karena pengaruh diajak atau menjadi korban. Misal kasus Emon di Sukabumi yang melakukan sodomi terhadap seratus lebih anak-anak, dimana lebih dari separuh jumlah korban membela Emon. Mereka terpengaruh sekali, seolah ada suatu kenikmatan hubungan yang tidak heteroseksual,” (Kak Seto)
~ oke rasanya baca tiga kasus di atas jadi banyak mengurut Dada. Ah iyaa.. Betapa bahayanya ternyata kalau kita sebagai orangtua lalai membangkitkan fitrah seksualitas anak secara baik dan benar. Lantas apa yang harus dilakukan??
Dimulai dari dibahas dulu apa sih fitrah seksualitas
*Definisi fitrah seksualitas*
Fit.rah: sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan
Sek.su.a.li.tas: ciri, sifat, atau peranan seks
(Sumber: KBBI Daring)
Fitrah seksualitas: bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki atau perempuan sejati.
(Harry Santosa, Fitrah Based Education)
Pendidikan seksualitas: pendidikan yang mencakup tentang bagaimana seorang anak diajarkan cara berpikir, bersikap, merasakan kasih sayang orangtua, merespon kasih sayang, mengekspresikan diri, yang akan membentuk hargadirinya kelak.
(Elly Risman)
Berikutnya kami sarikan beberapa tujuan pendidikan fitrah seksualitas beserta tahapannya, yaitu:
*Tujuan pendidikan Fitrah Seksualitas*
1. Agar anak mengerti identitas seksual nya
2. Agar anak mengenali peran seksualnya
3. Agar anak dapat melindungi diri dari kejahatan Seksualitas
*Tahapan pendidikan Seksualitas anak*
0-2 tahun, 2-6tahun (pra latih)
Perawatan dan penguatan konsep identitas gender melalui imaji sosok Ayah Ibu dan kelekatan
7-10 tahun(presiden Aqil Baliq 1)
Penumbuhan dan penyadaran potensi kelelakian/keayahan, keperempuanan/keibuan melalui kelekatan orang tua.
11-14tahun (pre Aqil Baliq 2)
Pengokohan dan pengujian peran keayahan melalui peran ibu, atau keibuan melalui peran ayah.
>15tahun (Aqil Baliq)
Peran keayahan dan peran keibuan sejati.
Adab pada keluarga, pasangan dan keturunan
Betapa pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak.
Mulailah pendidikan seksualitas pada anak dari rumah, dengan cara:
1. Tanamkan rasa malu
2. Tanamkan jiwa maskulin dan feminun sesuai gender
3. Pisahkan tempat tidur
4. Kenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu)
5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin
6. Kenalkan mahramnya
7. Didik anak menjaga pandangan mata
8. Didik anak agar tidak melakukan ikhtilat (campur baur lelaki perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diperbolehkan syariat islam)
9. Mendidik anak agar tidak berkhalwat
10. Mendidik etika berhias, agar berhias tidak untuk kegiatan maksiat
11. Mengenalkan ihtilam dan haid
Oke sekiaaan materinya... Seruuu yaaa......
Komentar
Posting Komentar