Menjawab Tantangan Seputar Fitrah Seksualitas Anak #2

**

Fitrah seksual adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai
fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati (Santosa, 2015).

Fitrah seksualitas perlu dibangkitkan agar anak laki-laki tumbuh dan berperilaku selayaknya
anak laki-laki dan anak perempuan tumbuh dan berperilaku selayaknya perempuan (Seksualitas
yang lurus).

Riset banyak membuktikan bahwa anak-anak yang tercerabut dari orang tuanya pada usia dini
baik karena perang, bencana alam, perceraian, boarding school dll akan banyak mengalami
gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing, perasaan kehilangan attachment, depresi, dan kelak
ketika dewasa memiliki masalah social dan seksualitas seperti homoseksual, membenci
perempuan dan sebagainya (Santosa, 2015).

Rasa ingin tahu anak yang besar tentang seksualitasnya pun menjadi alasan perlunya fitrah seksualitas dibangkitkan. Karena hal ini sudah Allah tanamkan di pikiran seseorang sejak ruh ditiupkan agar keberlangsungan manusia di dunia terjaga dengan baik. Maka, perkembangannya perlu dipastikan berjalan baik pula.

Anak perlu memahami tentang wujud seksualitas yakni tentang segala hal terkait jenis kelaminnya serta perbedaan antara laki-laki dan perempuan, baik dalam berpikir maupun bersikap.

Anak juga perlu diajari tentang orientasi seksual, bahwa laki-laki itu tertarik dan hanya boleh menikah dengan perempuan dan sebaliknya. Persis seperti yang ia lihat dari Ayah dan Bundanya. Bisa jadi anak belum mengalami ini namun dengan memperlihatkan bahwa hal ini lah yang normal, anak jadi tidak perlu merasa malu jika ia sudah mulai naksir lawan jenis
pada masa pubertas nanti.

Mengajarkan wujud seksualitas dan orientasi seksual adalah tonggak yang penting bagi anak dalam memahami identitas seksualnya.

Pastikan bahwa kita sebagai orang tua adalah sumber pertama dan utama anak dalam memahami seksualitas. Pengetahuan seksualitas yang mumpuni dan keluar dari tabu adalah modal awal yang dibutuhkan anak dari kedua orangtuanya untuk menjelaskan
tentang seksualitas.

Pertanyaan 1 dari Teh Prita

apa respon yang tepat ketika anak aqil baligh kita bilang,
_"Bunda, aku suka/naksir sama dia."_

Saat anak yang sudah aqil baligh berkata "Bunda, aku suka/naksir sama dia" bersyukurlah  ia bercerita kepada kita. Kemudian kita jelaskan bahwa  itu adalah perasaan yang wajar ketika masa pubertas. Pertama kali ucapkan alhadulillah karena ternyata kamu normal nak 😁 adalah fitrah manusia mulai menyukai lawan jenis pada umur aqil baligh. Saat itu juga menjadi kesempatan kita untuk mengenalkan konsep jodoh yang benar. orang tua harus bisa menjadi teman curhat yang baik dan menyenangkan tapi tetap meluruskan dengan Ilmu agama yang berkaitan dengan mahram.

Kita jelaskan bahwa dalam Al Quran ada aturan mengenai ini seperti kita tdk boleh mendekati zina dengan berdua duan dengan lawan jenis, jadi baiknya perasaan ini qt simpan ya sayang didalam hati sampai saat akan serius akan di khitbah.

Teh Kiki Barkiah dalam buku "5 Guru Kecilku" memberi contoh percakapannya dengan Ali, "Kalo Ali suka sama seseorang, Ali ga usah bilang dulu sama orangnya ya, gak usah cerita sama temen-temen juga, nanti diledek, ceritanya sama ummi aja ya.. Ali boleh suka sama seseorang tapi Ali ga boleh berduaan ya sama anak perempuan tanpa teman, ga boleh menyentuh perempuan yang bukan sodara, dan gak boleh sering sering diinget. nanti kalau sudah besar dan siap, baru Ali boleh menikah"

Pertanyaan kedua
Sesuai materi, usia 3-6 thn di dekatkan dgn ayah dan ibunya. Bagaimana jika pd usia tsbt, anak sudah kehilangan sosok ayah krn perceraian/meninggal? Apa dampaknya dan bgmn mengatasinya? Terimakasih 😊

Anak bisa didekatkan dengan figur ayah selain ayah kandungnya, misal kakek atau pamannya yang bisa menjadi figur sosok ayah

Kita bisa belajar dari cerita Nabi Muhammad yang dibesarkan tanpa seorang ayah, tapi ada peran kakek dan pamannya yang luar biasa, yang terpenting figur ayahnya tersebut yang tidak hilang

Pertanyaan 3
Kalau kita tahu anak terlihat ada penyimpangan seksualitas nya...
Apa tindakan pertama kita?
Karena kebanyakan lingkungan malah sudah melabeli nya.
Terimakasih🙏�☺

Mungkin pertama-tama kita  telaah terlebih dahulu penyimpangan seksual seperti apakah yang terjadi, sehingga kita bisa menemukan solusi yg tepat,
Tapi yang terpenting adalah dekati anaknya rangkul dia dulu buat dia merasa nyaman berbicara tentang penyimpangannya apa yang menjadi penyebab itu terjadi. poin kehangatan keluarga sangat berperan di titik ini.
apabila memang qt tidak sanggup untuk meyelesaikannya maka bisa meminta bantuan pakar yang tepat dibidangnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sekolah impres di kaki bukit Sadahurip

Harimau sakit Gigi || Dongeng

Aliran Rasa Kelas Ulat