Aku (kini) paham maksud Rabbku… ^^
Ketika kau mencintai seseorang, kau akan menganggap apa2 dr nya adalah bentuk kesempurnaan.
Ketika kau tanpa sadar menyukai seseorang dan berusaha melupakannya, yang terasa kau akan semakin sulit melupakannya
Dua hal yang terjadi di tahun sebelumnya… 2011 banyak memberikanku pelajaran, untuk sekedar menyadari bahwa cinta itu sebenarnya melemahkanku. Kalau ada yg tak setuju dengan pernyataan ini, mungkin bisa dianggap apa yg dlu aku rasakan mungkin bukan cinta namanya. Apapun namanya, ya perasaan aneh itulah yang terasa.
2012… Just be strong girl.. Strong woman… just it.
Kenapa memilih kata STRONG? Karena dulu merasa sangat lemah. Lemah karna cinta… *halah….
Cinta itu melemahkan (cinta dalam konteks laki-laki dan perempuan)..
Tapi tahukah? Aku menemukan bentuk-bentuk cinta lain yang baru kini tersadari.
Cinta yang luar biasa kepada ibu, bapak … dan cinta yang paling luar biasa itu kepada Allah dan Muhammad….
Yap, tersadar bahwa ternyata tempat mengadu, berharap dan mengeluh itu hanya kepada Allah… just it. Apa yang terasa?? Damai sekali, hidup itu terasa tenang, kalaupun tak tenang, cukuplah dengan mengingatNya dan menyerahkan segala urusan kepada Nya… damai sekali……
Membaca surat cinta Nya, ternyata Allah selalu 'berbicara' dan 'menjawab' apa yang diragukan…. Sungguh damai dan tenang sekali.
Nabi Muhammad… di kala hati ini mulai apatis dan antipati terhadap pria… Beliau mengajarkan sesuatu melalui buku yang dibaca temanku 'Mengapa Muhammad berpoligami?'. Hmm, beliau meyakinkanku bahwa ada kq pria baik yang bisa menjaga dan menghargai wanita. Dari buku itu, Muhammad berpoligami karena tuntutan sosial dan sebenarnya Muhammad tak pernah mengajarkan poligami untuk kesenangan seks semata. Itu berarti Muhammad sebenarnya mengajarkan umatnya untuk setia terhadap pasangan dan menilai suatu pernikahan bukan sekedar ajang pemuasan hawa nafsu melainkan untuk menciptakan suatu kebaikan..
Perfect lah beliau. Seteleh merenungkan hal kecil yang aku dapatkan, aku merasakan kerinduan yang luar biasa…
Perfect lah beliau. Seteleh merenungkan hal kecil yang aku dapatkan, aku merasakan kerinduan yang luar biasa…
Aku baru sadar, beliau itu keren dan sosok pria idaman.. Semoga bsa bertemu dengan beliau… amin…
Ibu dan bapakku….. 'Paranormal yang ramalannya tidak diragukan lagi'. Dimana doa dan ucapannya adalah berkah untukku. Baru sadar, setelah lepas dari jerat cinta semu *halah… aku semakin cinta dengan mereka.
Melalui mereka, Allah berbicara padaku, mengenai mana yang harus aku ambil, mana yang harus dilepas...
Terutama ibuku, wanita sederhana yang mengajariku banyak hal tak sederhana.
'Jangan pernah mengeluh', itulah hal yang sering ibuku ajarkan dari kecil.
'Jangan merasa iri sama orang lain, syukuri apa yang kamu dapat'
'Pilihlah suami yang sholeh, suami yang memberi nafkah dengan uang yang halal. Biarpun kecil tapi berkah kalau halal itu'
Dan ibuku yang tak pernah lepas mengaji dan tahajudnya… dan seorang ibu yang demokratis dan tidak pernah memaksakan kehendaknya… mengajarkan sesuatu tanpa perlu amarah, namun cukup dengan menunjukkan bagaimana seharusnya…
Bapak… pria sederhana yang setia dengan peci, sarung dan koko nya ketika adzan magrib dan isya…
Pria yang jarang marah, dan meskipun memang jarang suka senyum… tiis lempeng lalala.. Hhe
Suami baik yang tak pernah ku dengar sedikitpun bernada keras dan tinggi ketika berbicara dengan ibuku.
Tak pernah tangannya menyentuh dengan sentuhan yang tak selayaknya kepada anak dan istrinya…
Suami yang tak pernah marah ketika ibu tak masak di rumah, dengan lempengnya mengambil panci, masak sendiri dan makan… hufft, simpel..
Hmm, pertengahan tahun lalu.. Ketika badai sakit hati itu melanda *halah… aku sok2n menguatkan diri dengan ucapan 'Aku hanya belum paham maksud Rabbku, pasti ada sesuatu yang baik di balik semua ini'. Allah rupanya benar-benar memberikan jawaban. Delapan bulan berlalu, sejauh ini aku banyak mendapatkan hikmah… banyak sekali hal yang menguatkanku… memberikanku bentuk cinta yang lain yang lebih baik dan jauh lebih baik daripada hanya cinta kepada lawan jenis yang belum tentu menjadi halal bagiku…
Harapanku kedepannya… apapun yang terjadi, aku hanya ingin menjadi wanita yang kuat Ya Allah… kuat beristiqomah di jalanMu, mengikuti sunnah RasulMu, berbakti kepada kedua orang tuaku dan memberikan manfaat kepada semua orang… amin
Masalah cinta? Ku serahkan semuanya kepadaMu… Aku yakin Engkau akan memilihkan yang terbaik untukku, pria sholeh yang akan memberikan nafkah dengan cara yang halal, tahu bagaimana seharusnya menghargai dan menjaga wanita dan mendekati dengan cara yang halal dan tidak menghalalkan segala cara atas nama cinta….
Insyaallah… caranya memang hanya satu, yap.. Memantaskan diri, agar kelak aku memang pantas bersanding dengan pria baik itu… amin…
Sebaik-baiknya rencana kita lebih indah rencana Allah untuk kita….
Terima kasih atas hidup yang indah ini… ^^
Wallahu'alam….

Komentar
Posting Komentar